Jakarta – Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat jauh melebihi target pemerintah imbas praktik jual-beli titik SPPG. Kondisi ini membuat anggaran belanja program menjadi boros hingga Rp 1 triliun per bulan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan masalah pembengkakan jumlah SPPG ini akan diselesaikan melalui proses penataan ulang. Sebab banyaknya dapur MBG yang beroperasi membuat pelaksanaan program jadi tidak efisien, terutama dalam hal pemberian insentif Rp 6 juta untuk setiap SPPG.
“Jadi memang kita menyepakati bersama-sama bahwa kita butuh penataan menyeluruh dari apa namanya program MBG ini. Kalau bicaranya waktu, tentu secepat-cepatnya. Karena memang kan sebetulnya ada klaster-klasternya, ada klaster permasalahan,” kata Prasetyo.
Dalam hal ini, menurutnya pemerintah membuka opsi penutupan SPPG yang berlebih. Namun menurutnya hal ini masih harus dibahas lebih jauh, sehingga ia tidak bisa memberikan kepastian terkait hal itu.







Leave a Reply